Alee Tunjang di Tanah Pasir: Kesenian Langka Aceh Yang Berada di Ambang Kepunahan

atadro
Gambar ilustrasi.
Ukuran Teks

Aceh Utara – Di tengah gempuran modernisasi yang makin mengikis budaya lokal, sebuah warisan leluhur masyarakat Aceh kini berada di ambang kepunahan. Kesenian pertunjukan tradisional Alee Tunjang, yang dahulu riuh mengisi panggung-panggung sukacita rakyat, kini hanya menyisakan satu napas terakhirnya di Kabupaten Aceh Utara.

​Hingga saat ini, yang berhasil dihimpun oleh media ini, di Aceh Utara tradisi bertabuh kayu nan harmonis tersebut tercatat hanya tersisa dan hidup di satu kawasan: Gampong Prie, Kecamatan Tanah Pasir.

​Alee Tunjang bukan sekadar permainan ketukan tanpa arti. Keunikannya memancar dari bahan baku alat musik serta komposisi penampilnya.

Alat utamanya terbuat dari batang pohon nangka yang dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan dentuman bergema. Sementara alu penumbuknya dibuat dari pelepah pohon nira (enau) yang kokoh namun menghasilkan resonansi karakter nada yang khas.

​Setiap pertunjukan disajikan secara presisi dan presisi tersebut digerakkan oleh tujuh orang pemain yang memegang peran masing-masing:

Tang, Ting, Shap, dan Shup: Para penumbuk nada dasar yang membentuk ketukan irama ritmis.

​Blam dan Blum: Penjaga nada bass yang memberikan bobot dentuman mendalam.

​Syeh: Pemimpin pertunjukan yang melantunkan bait-bait syair.

​Alunan ketukan alu yang bersahut-sahutan itu diikat oleh lantunan syair dari sang Syeh. Bukan sembarang lirik, syair-syair yang didendangkan mengisahkan hikayat panjang serta asal-usul sejarah bagaimana Alee Tunjang pertama kali tercipta dan diwariskan turun-temurun oleh para pendahulu.

​Sayangnya, redupnya minat generasi muda serta minimnya panggung pembinaan membuat kesenian yang memadukan keharmonian alam dan narasi sejarah ini kian terpinggirkan. Jika tidak ada langkah konkrit dari pemerintah daerah maupun masyarakat luas untuk melakukan revitalisasi, Alee Tunjang di Gampong Prie terancam hanya akan menjadi catatan bisu dalam lembar sejarah kebudayaan Aceh.